Jadi begini rasanya kehilangan? tiap tapak yang ku lewati, mempunyai memorinya sendiri. Waktu memang selalu penuh kejutan bukan? Siapa sangka pertemuan manis kita hanya sesingkat durasi lagu yang hanya sekali putar, tak ada yang ingin mendengarnya berulang-ulang, bahkan kamupun enggan. Aku sengaja menyisihkan waktuku, untuk menapaki memori-memori itu, pada setiap jalan, tempat, yang pernah kita singgahi. Tunggu, kita? maksudku, aku dan kamu. Rumit ya, yang tadinya aku dengan mudah mengatakan 'kita' sekarang harus diganti dengan aku dan kamu, karena 'kita' sudah bukan milik aku dan kamu lagi. Aku bukannya ingin menyesalkan kepergianmu, aku hanya ingin melebur bersama kenangan-kenangan kita dulu. Aku pernah bilang bahwa aku tidak takut kehilangan, tapi bukan berarti aku menyukainya. Aku benci, dan aku masih menngalaminya sekarang. ...
Nothing can be communicated without words but if you really care about someone, even the smallest details are important to notice.