*Tulisan ini untuk membalas tulisan salah satu sahabat ku, Ayu Diah di blognya. http://ayudiahnurazizah.tumblr.com/post/115275316192
Hai, Ayu. dari tulisanmu yang berjudul 'Jatuh' sepertinya kamu begitu fasih merasakan jatuh cinta berkali-kali pada tempat yang sama.
Baiklah, aku memang tidak pernah merasakan hal yang kamu rasakan, aku belum pernah jatuh cinta sesering kamu merasakannya, apalagi pada tempat yang sama. Tapi, Yu, percayalah bahwa jatuh cinta memang tidak pernah salah, ketahuilah, yang salah bukan jatuh cintanya, tapi pada siapa kamu jatuh cinta, dan kapan kamu jatuh cinta.
Well, you fall in love with the most unexpected person at the most unexpected time.
Kamu hanya belum benar-benar menemukan 'dia' yang tepat, dia yang tidak hanya mampu membuatmu jatuh, tapi mampu membuatmu bangkit juga.
Entahlah, aku sendiri sampai sekarang masih bingung, setiap orang yang jatuh dan patah, selalu saja menyalahkan cinta, cinta, dan cinta. Logikanya, jika setiap jatuh cinta adalah kesalahan, mengapa setiap orang ingin jatuh cinta?
Mungkin, di luar sana banyak sekali mereka yang merasakan hal yang sama denganmu, jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama, dan kemudian memunculkan luka yang sama pula. Pertanyaanku, mengapa bisa? Kamu tahu, kamu telah patah olehnya, tapi kamu masih bisa jatuh lagi padanya. Kamu luar biasa, Yu.
But, you can't be fixed by the same person who broke you.
Mungkin, kamu terlalu tabah dengan hatimu, kamu selalu sabar menanti. Sungguhlah, ia-siapapun itu- yang sudah menyia-nyiakanmu adalah sosok yang rugi.
Jujur saja, Yu, aku sendiri mulai lelah untuk jatuh cinta, meski dengan orang yang berbeda. Tidak, tidak, aku bukan menyalahkan cinta itu sendiri, aku lelah karena terus-terusan berdampingan dengan orang yang salah. Setiap kali aku jatuh cinta, aku selalu menelan pil pahit sendirian, kau tahu? Saat orang yang sangat kamu cintai, tak juga mencintaimu dengan sangat.
Perih? Iya.
Sekarang, bolehkah aku berdiri sejajar denganmu? Aku ingin belajar terbiasa merelakan pergi dan melupakan serta menyandingkan aku, hati dan waktu.
Comments
Post a Comment