Hai, kalian!
Perempuan-perempuan tegar!
Perempuan-perempuan mandiri, aku senang diberi kesempatan untuk menulis surat ini, ku sisipkan satu surat untuk menceritakan kalian. Agar dunia tahu bahwa tidak ada perempuan lemah.
Aku yakin kalian sependapat denganku, aku tak pernah sudi dibilang lemah! Tidak!
Kalian tahu? Kalian adalah rumah, rumah tempatku untuk mengadu, rumah yang penuh sesak asap tembakau, rumah yang penuh dengan tawa atas kebodohan kita sendiri.
Di mana lagi aku bisa menemukan sosok-sosok seperti kalian? Aku yakin Tuhan hanya menyiapkan satu, untukku.
Kamar berukuran 3 x 3 itu adalah saksi bisu, atas cerita-cerita kehidupan yang tak pernah lupa kita bagi satu sama lain.
Ku mohon, jangan lagi ada kesedihan, aku benci melihat kalian menangis, aku benci.
Kita perempuan-perempuan kuat, bukan?
Berjanjilah padaku untuk tidak menangisi hidup, kita sedang sama-sama berjuang, kita bersama, kita bergandengan tangan, kita keluarga.
Inci demi inci, jarak yang ku tempuh tak lagi ada gunanya. Berkumpul dengan kalian adalah hal krusial. Aku selalu merindukan gelak tawa yang memecah malam, atau suara teve yang dihiraukan karena kita sibuk bercerita.
Kita tak boleh berpisah. Kalian mengerti?
Comments
Post a Comment