Aku setuju, bahwa cinta tak selamanya harus memiliki.
Cukup dengan melihat ia dengan kebahagiaannya saja mampu
membuatmu tersenyum, tapi bukankah lebih menyenangkan lagi jika, jika yang
menjadi penyebab ia bahagia adalah kamu?
Tapi membahagiakannya, tidak harus memilikinya, bukan? Sebenarnya
mudah saja, cukup dengan engkau selalu ada di sampingnya. Mendengar segala
keluhannya, sanggup menjadi sandarannya, dan menjaga agar ia tak terluka.
Seringkali, seseorang yang telah memiliki, lupa untuk
menjaga.
Sehingga memberikan kesempatan kepada mereka, orang-orang
yang tak mampu memiliki, untuk mendekat semata-mata hanya untuk menjaga.
Tapi tak selamanya mereka yang berhasil memiliki tidak
menjaga, ada pula mereka yang mati-matian menjaga, sebab, mereka tahu seberapa
istimewa ia dalam hidupnya.
Kamu, sedang menjaga atau dijaga?
Jika menjaga, jagalah. Ia milikmu, jangan biarkan orang lain
merebut, kau tak akan tahu seberapa banyak yang menginginkannya, dan berusaha
mengenyahkanmu dari hidupnya.
Sedang dijaga? Kau yakin, sedang dijaga? Apa ia selalu ada
untukmu saat keadaan tersulitmu? Atau sebaliknya, ia malah tak mau tahu? Atau bahkan
ada seseorang lainnya yang mampu menjadikanmu sebagai prioritas, dan ia bukan
orang yang sebenar-benarnya memilikimu?
Kau harus mengenali apa yang kau jaga, dan siapa yang
menjagamu.
Comments
Post a Comment