Skip to main content

Sebuah keinginan atau kebutuhan.

Hai, teman-temanku di luar sana, yang mungkin sedang beristirahat karena lelah menjalani hari dengan rutinitas yang itu-itu saja.

Mungkin di lubuk hati kalian, setengah mati kalian merasa bosan dengan aktivitas kalian. Aku paham, sangat amat paham. 

Bolehkah aku bercerita sedikit tentang pengalamanku? Jujur saja, ada rasa penyesalan. dengan keputusan bodohku karena resign dari pekerjaanku yang sebelumnya, aku malah memilih perkerjaan yang sekarang hanya karena aku ingin, bukan karena aku butuh. Begini, teman-teman, mungkin kalian sering kali bertengkar dengan diri kalian sendiri tentang keinginan kalian dan kebutuhan kalian, tentang apa yang kalian ingin dapatkan. 
        
Aku yakin kalian pasti sering kali memusingkan tentang dua masalah itu, boleh aku beri sedikit saran untuk mengatasinya?

Misalnya, dari pengalaman pribadiku sendiri, beberapa bulan lalu aku bekerja di sebuah perusahaan yang mumpuni, yang memberiku banyak fasilitas dan pelajaran, namun kandas saat aku memutuskan untuk berhenti dengan alasan aku tidak berbakat pada bidang di perusahaan tersebut, akhirnya aku memutuskan untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan bidangku, meski fasilitas yang diberikan tidak selengkap perusahaan dulu, awalnya aku merasa senang, aku mempunyai pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanku, tapi lama kelamaan aku sadar, bahwa pekerjaan ini tidak menutupi semua kebutuhanku. Dan aku menyesal.

Membuat keputusan memang sulit, terlebih kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi, besok, lusa dan seterusnya. Aku hanya ingin mengingatkan kepada teman-temanku yang sedang berdebat dengan dirinya sendiri karena mencari keputusan, hanya satu pesanku, jangan biarkan keinginan menguasai dirimu. Jangan.

Jadikanlah, kebutuhanmu sebagai pedoman untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Jika kalian bertanya mengapa, maka jawabannya adalah

Keinginan adalah suatu hal yang sifatnya sementara, saat ada hal baru, tidak menutup kemungkinan keinginan itu beralih ke hal baru tersebut.

Kebutuhan adalah sesuatu yang sifatnya mutlak, mutlak bukan berarti akan selamanya butuh, namun mutlak dalam arti hal tersebut akan berguna untuk hidup kalian.

Jika keinginan sudah menguasai diri kalian, maka habislah sudah. Sulit untuk mengendalikannya, kalian akan terus digerogoti oleh rasa keinginan tersebut, biar aku beri gambaran sedikit. 

Dengan contoh, kalian sedang membutuhkan sebuah gadget, kemudian kalian diberi dua pilihan, yaitu gadget yang canggih dan yang biasa-biasa saja. Jika kalian menuruti keinginan kalian, otomatis kalian akan memilih gadget yang canggih, bukan? Sedangkan kebutuhan kalian, hanya memerlukan beberapa fitur seperti e-mail atau video call, dan hal itu sudah tersedia di gadget yang biasa-biasa saja. Saranku, pilih gadget yang biasa-biasa saja dan yang sesuai dengan kebutuhan. Alasannya? Sudah aku jelaskan.


sekali lagi, jika kalian bimbang untuk memilih keputusan, pertimbangkan dengan matang, mana yang kalian butuhkan atau yang sekadar kalian inginkan. 

Selamat bijaksana dalam menentukan. ^^


Comments

Popular posts from this blog

Sebab, Saya Terjerembab...

Cinta datang terlambat, bisa jadi karena waktu yang berlalu begitu cepat. Bisa juga  orang yang dicintai keparat.  Atau barangkali, disebabkan kesakitan yang tak pernah henti menghujani.  Akhir-akhir ini saya sedang dekat dengan seorang teman lama, ya cukup lama. Kami kenal sejak kami berada di sekolah menengah pertama. Mengagumkan, begitu saya menganggap dirinya. Entah susuk apa yang orang tuanya tanamkan padanya sehingga ia tumbuh penuh kharisma, perempuan manapun pastilah tak mamungkiri hal itu.  Singkat cerita, kami lulus sekolah, dan berpisah. Saya melanjutkan sekolah saya, dan hampir tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Hingga akhirnya, waktu berlalu. Saya tumbuh menjadi perempuan dewasa muda seperti ini, dan entah kebetulan atau campur tangan Tuhan, waktu berbaik hati, mempertemukan saya, dengan laki-laki yang saya sebutkan di paragraf sebelumnya. Pertemuan tidak sengaja, yang saya rencanakan.  Pertemuan pertama kalinya, setelah sekian tahun. ...

Kita Tak Boleh Berpisah!

Hai, kalian!  Perempuan-perempuan tegar!  Perempuan-perempuan mandiri, aku senang diberi kesempatan untuk menulis surat ini, ku sisipkan satu surat untuk menceritakan kalian. Agar dunia tahu bahwa tidak ada perempuan lemah.  Aku yakin kalian sependapat denganku, aku tak pernah sudi dibilang lemah! Tidak!  Kalian tahu? Kalian adalah rumah, rumah tempatku untuk mengadu, rumah yang penuh sesak asap tembakau, rumah yang penuh dengan tawa atas kebodohan kita sendiri. Di mana lagi aku bisa menemukan sosok-sosok seperti kalian? Aku yakin Tuhan hanya menyiapkan satu, untukku.  Kamar berukuran 3 x 3 itu adalah saksi bisu, atas cerita-cerita kehidupan yang tak pernah lupa kita bagi satu sama lain.  Ku mohon, jangan lagi ada kesedihan, aku benci melihat kalian menangis, aku benci.  Kita perempuan-perempuan kuat, bukan?  Berjanjilah padaku untuk tidak menangisi hidup, kita sedang sama-sama berjuang, kita bersama, kita bergandengan tangan, kita keluarga. ...

#2 Diam

Say something, I'm giving up on you I'm sorry that I couldn't get to you Say Something milik A Great Big World ft Christina Aguilera mengalun lembut menyambut kedatanganku di sebuah kafe kecil di sudut jalan. Jakarta sedang diguyur hujan, membuat semua orang malas keluar dari persembunyiannya. Aku salah satunya. Aku bersembunyi dari dinginnya udara Jakarta hari ini, dingin yang merasuk langsung ke tulang disebabkan hujan yang belum bosan membuat bumi basah. Sebenarnya tidak, aku tidak hanya bersembunyi dari dinginnya udara saja, aku juga bersembunyi dari perasaanku sendiri. Hujan di hadapanku berhasil memercikkan sedikit banyak perasaan ngeri. Aku bergidik berusaha mengeyahkan pikiran-pikiran tentang ia, yang hatinya pernah ku buat patah. Aku benci membenarkan mereka yang berkata bahwa semakin kita ingin bersembunyi, maka semakin mudah kita ditemukan. Kendati begitu, aku sendiri masih belum siap untuk ditemukan dalam keadaan bercucuran rasa penye...