Kenaikan harga BBM, karena subsidinya dikurangi.
Sebelumnya
terimakasih telah membaca tulisan ini. Di sini gue engga akan nulis angka-angka
yang menyebalkan, gue engga akan nulis data statistik tentang minyak dunia. Gue
engga ahli, dan engga bisa.
Begini, gue baru setahun menjadi seorang karyawan, dan baru
menjadi mahasiswi semester dua. gue mencari uang sendiri, gue membiayai kuliah
gue sendiri, gaji perbulan gue bahkan jauh lebih rendah dari upah minimum yang
ditentukan oleh pemerintah kota. Rumah gue di Pademangan, Jakarta Utara, gue
kerja di daerah Kelapa Gading, memang engga terlalu jauh, tapi gue kuliah di
bilangan Jakarta Barat, daerah Slipi lebih tepatnya. Setiap hari Kamis-Sabtu
selepas jam kantor, gue harus bermacet-macetan di jalan raya, demi mengejar
kelas kuliah gue. Dalam waktu seminggu, dana untuk bensin motor gue itu engga
cukup 30 ribu, hidup gue itu udah tergantung banget sama motor, gue bahkan
bela-belain untuk beli bensin dari pada beli makan. Hehehe. Beruntungnya, gue
bukan tipikal cewek yang doyan hedon-hedon, atau belanja barang-barang mahal. Jadi
buat gue, hidup gue sekarang ini udah cukup, karena gaji gue sebagai karyawan
engga mumpuni biaya kuliah dan hidup gue, kadang-kadang gue masih harus minta
sama orangtua, ngerasa malu, banget. Tapi mau gimana lagi? Kebutuhan makin ke
sini, makin gila. Kalo ngandelin gaji, yang ada gue kurus(lagi). Hehehe.
Tapi, biarpun begitu, entah kenapa gue mendukung keputusan
pemerintah untuk mengurangi subsidi BBM. Walaupun, gue sendiri paham banget
dampaknya ke gue, mungkin dalam seminggu dana bensin buat motor gue bisa berubah
jadi angka 50 ribu, angka segitu untuk anak-anak pengusaha dan pejabat mungkin
engga akan ada artinya, tapi buat gue? Gila itu gede banget!
Kenapa pemerintah harus banget
mengurangi subsidi BBM?
Iya, mengurangi subsidi BBM, bukan menaikan harga BBM,
menurut gue itu adalah sebuah langkah awal pemerintahan baru Pak Jokowi. Mengurangi
subsidi BBM adalah sebuah pilihan yang harus diambil, kenapa harus? Kalian
mesti pernah belajar IPA waktu sekolah, kalian mesti diajarkan bahwa minyak
bumi adalah energi yang engga bisa diperbarukan, kalian juga mesti tau, bahwa
dulu Indonesia adalah anggota OPEC, negara-negara penghasil minyak terbesar di
dunia, tapi engga lagi sekarang. Kebutuhan minyak bumi di Indonesia semakin
hari semakin menggila. Setiap harinya ada puluhan ribu mobil dan motor habis
terjual. Sedangkan persediaan bahan bakar yang ada hanya akan bertahan dalam jangka
waktu 12 tahun. 12 TAHUN, GUYS! Itu bukan waktu yang lama untuk menghabiskan
bahan bakar, bahkan bisa meningkat cepat jika kendaraan makin membludak.
Indonesia, engga hanya butuh minyak bumi yang habis dibakar
kemudian menjadi asap. Indonesia, butuh lebih dari sekadar itu, kalian tau
bahwa Indonesia terdiri dari 17.000 pulau, bukan hal yang gampang menjangkau
ke-17.000 pulau itu, dan pemerintah membutuhkan banyak dana untuk membangun
ribuan pulau yang sebagian besar berpenghuni tersebut.
Sebagai anak muda, yang kelak akan mengambil alih
pemerintahan pada masa yang akan datang, bisakah kita menghargai upaya
pemerintah saat ini ? Mereka semua – pemerintah- sedang menyiapkan Indonesia
yang nyaman, Indonesia yang mudah dijangkau, dan Indonesia yang sejahtera,
untuk generasi selanjutnya, kelak. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,
hanya dalam jangka waktu 5 tahun. Waktu 5 tahun untuk menyelaraskan
infrastruktur di 17.000 pulau, bisa kalian bayangkan?
Mungkin 17.000 angka yang terlalu mustahil, baiklah mungkin
setengahnya, atau mungkin seperempatnya, atau mungkin sepersepuluhnya.
Lalu, kenapa kalian mengeluh? Saat pemerintah berusaha untuk
memperbaiki fasilitas yang kelak akan kalian gunakan juga? Hanya karena
pemerintah mengurangi subsidi BBM? Bukankah, kalian harusnya bersyukur? Dengan begitu
kalian bisa ikut membantu membangun infrastruktur yang ada? Kalian bukan hanya
memperhatikan diri sendiri, kalian juga akan ikut memperhatikan kesehatan,
pendidikan, kehidupan, saudara-saudara kalian dari pulau W sampai ke pulau
Papua.
Mari, berhenti menghujat pemerintah, berhenti berasumsi
bahwa pemerintah hanya menyusahkan rakyat, sekarang, sudah saatnya kita
mendukung, ikut melakukan, dan mengawal usaha pemerintah. Berikan mereka
kepercayaan, atas pekerjaannya. Berikan mereka kesempatan.
Comments
Post a Comment