Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2014

Kenaikan Harga BBM dari kacamata kaum sotoy.

Kenaikan harga BBM, karena subsidinya dikurangi.                 Sebelumnya terimakasih telah membaca tulisan ini. Di sini gue engga akan nulis angka-angka yang menyebalkan, gue engga akan nulis data statistik tentang minyak dunia. Gue engga ahli, dan engga bisa. Begini, gue baru setahun menjadi seorang karyawan, dan baru menjadi mahasiswi semester dua. gue mencari uang sendiri, gue membiayai kuliah gue sendiri, gaji perbulan gue bahkan jauh lebih rendah dari upah minimum yang ditentukan oleh pemerintah kota. Rumah gue di Pademangan, Jakarta Utara, gue kerja di daerah Kelapa Gading, memang engga terlalu jauh, tapi gue kuliah di bilangan Jakarta Barat, daerah Slipi lebih tepatnya. Setiap hari Kamis-Sabtu selepas jam kantor, gue harus bermacet-macetan di jalan raya, demi mengejar kelas kuliah gue. Dalam waktu seminggu, dana untuk bensin motor gue itu engga cukup 30 ribu, hidup gue itu udah tergan...

Surat untukmu, Dik.

Surat untuk adikku tersayang. Dik, taukah bahwa kamu adalah harta berharga untuk aku (sebagai kakakmu) ? Dik, taukah jika aku (kakakmu) bekerja keras demi melanjutkan perjuangan ayah dan ibu untuk mewujudkan impiannya? Untuk menjadikanmu sosok manusia yang berguna kelak? Dik, kakakmu begitu amat mencintaimu, jangan kamu melukai hatinya dengan membentaknya, atau bahkan mengeluarkan kata-kata yang kotor kepada kakakmu. Dik, harusnya kamu bersyukur, beruntunglah kamu memiliki kakak, kakak yang menjadi orangtua keduamu setelah ayah dan ibu. Tempat untukmu pulang kelak ketika kamu merasa lelah, tempat berbagi semua beban, tempat meminta nasehat dan doa. Dik, jadilah manusia yang penuh dengan rasa hormat, terhadap kakakmu, dan orang lain yang akan mengenalmu. Buatlah kami (sebagai kakak) bangga dengan kamu sebagai orang yang mempunyai darah serupa. Dik, mungkin memang tak semua sikap kami (sebagai kakak) selalu benar, tapi percayalah, kakak selalu menginginkan adiknya menjadi manus...

Sebuah keinginan atau kebutuhan.

Hai, teman-temanku di luar sana, yang mungkin sedang beristirahat karena lelah menjalani hari dengan rutinitas yang itu-itu saja. Mungkin di lubuk hati kalian, setengah mati kalian merasa bosan dengan aktivitas kalian. Aku paham, sangat amat paham.  Bolehkah aku bercerita sedikit tentang pengalamanku? Jujur saja, ada rasa penyesalan. dengan keputusan bodohku karena resign dari pekerjaanku yang sebelumnya, aku malah memilih perkerjaan yang sekarang hanya karena aku ingin, bukan karena aku butuh. Begini, teman-teman, mungkin kalian sering kali bertengkar dengan diri kalian sendiri tentang keinginan kalian dan kebutuhan kalian, tentang apa yang kalian ingin dapatkan.           Aku yakin kalian pasti sering kali memusingkan tentang dua masalah itu, boleh aku beri sedikit saran untuk mengatasinya? Misalnya, dari pengalaman pribadiku sendiri, beberapa bulan lalu aku bekerja di sebuah perusahaan yang mumpuni, yang memberiku banyak fasilitas dan...