Apa yang terjadi di hidupku seandainya internet mati? (Disconnected).
#miniwritingproject oleh @benzbara_
Jadi, aku hidup di dunia ini sudah 18 tahun. Dan sejak SMP aku sudah dikenalkan dengan internet, apa itu internet dan seberapa penting fungsi internet. Mungkin jika aku masih menjadi anak-anak belia, aku tidak akan ambil pusing tentang resiko yang akan terjadi jika internet mati.
Nah, di usiaku yang sedang 'getol-getol'-nya menggunakan internet. Pasti aku akan sangat sedih dan tidak tau harus berbuat apa, karena semua akses untuk berita dan menambah teman baru akan terhambat.
Tak ada lagi Twitter untuk mengoceh ria,
Tak ada lagi Path untuk kasih kode ke gebetan lewat fitur 'listeningnya'
Tak ada lagi Ask.fm untuk memberi dan menjawab pertanyaan temen yang iseng.
Tak ada lagi Instagram untuk memposting foto-foto selfie.
Tak ada lagi Youtube untuk menonton trailer film terbaru.
Tak ada lagi Google, si mesin pencari yang serba tau untuk menngerjakan tugas.
Dan yang paling mempunyai andil dalam seluruh kehidupan di jagat raya internet adalah tak ada lagi online shop.
Semua akan kembali pada masa dimana media cetak, tv, dan radio sangat dibutuhkan.
Semua akan kembali pada masa dimana buku Diary menjadi tempat paling ekslusif untuk bercerita dan bertukar biodata.
Semua akan kembali pada masa dimana semua orang membeli baju di pasar dan di mall. Bukan online shop.
Semua akan kembali pada masa dimana berusaha mengirim sms sesingkat-singkatnya.
Semua akan kembali pada masa transfer uang harus datang dan tanda tangan resi di bank-nya langsung.
Semua akan kembali pada masa membaca buku adalah hal terpenting yang ada di dunia ini, buku akan tetap menjadi jendela dunia, bukan Google.
Begitulah sekiranya jika internet akan mati, begitulah hidupku.
Kembali ke masa SD yang belum mengenal internet. Lebih baik, karena lebih banyak mempunyai teman dunia nyata ketimbang dunia maya.
Dan kalau berkumpul, kita tertawa bersama. Bukan malah sibuk dengan gadgetnya masing-masing.
Mungkin permainan congklak tak akan punah, dan masih menjadi favorit.
Mungkin permainan monopoli akan menjadi permainan yang memancing keributan karena ruwet membagi-bagi uangnya. Sekarang monopoli aja udah siatem online.
Mungkin main masak-masakan pakai alat-alat dapur plastik masih laku di pasaran.
Kadang, aku rindu dengan hal-hal manual yang merepotkan itu. Biarpun merepotkan, setidaknya takkan ada kesenjangan dalam lingkunganku. Tidak menjauhkan yang dekat, tidak juga mendekatkan yang jauh.
Comments
Post a Comment