Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2016

Adakah Kita?

Minggu malam yang panjang, namun aku tetap berusaha menikmati tembakau yang aku hisap dalam-dalam, dengan embusan napas yang terengah-engah dan debar jantung yang tak lagi berirama. Aku sedang berusaha, berusaha mengeyahkan pikiran tentang seseorang yang keberadaannya sulit  kujangkau, masih dalam perihal menunggu pagi, kemudian sibuk dengan hari-hari. Sekian kali aku mengatakan bahwa aku benci menunggu, aku benci merasakan waktu berlalu, tapi ia tak juga mengerti. Membohongi diri sendiri dengan menjadi perempuan serba mengerti, meski diabaikan, meski –mungkin- tak diingat. Menyelaraskan ego dengan kesabaran, agar semua tak berantakan. Haruskah aku melukai hati lagi? Dengan membunuh induk perasaan yang dinamakan cinta, dan mengubur anak-anak rindu yang sudah berkumpul ingin menyerbu. Kau menyebut kita, tapi aku tak merasa. Aku lebih nyaman menyebut kau dan aku, karena nyatanya kita adalah hal yang semu. Lantas, bagaimana kau bisa menyebut kau dan aku sebagai kita, se...

Times Running, People Changing

Aku seperti hadir, namun tak ada. Mengejar seseorang, tapi ia tak juga berhenti, mencintai seperti tak dihiraukan. Adakah aku, Tuan? Ah, tak usah kau jawab, karena aku tahu jawabannya. Tentu saja, kau akan menjawab aku ini ada. Ya, aku memang ada, tapi entah sebagai apa. Salahkah aku, Tuan? Jawab saja, jika memang keberadaanku tak tepat waktu, atau mungkin mengganggu. Tak apa, sejauh ini aku berusaha mengerti. Aku yang belum siap, atau mungkin aku yang belum sadar arti aku sebenarnya. Terima kasih, Tuan. Untuk apa? Untuk hadirmu, meski semu. Untuk waktu sempit yang kau beri, untuk kamu yang bersedia masuk ke kehidupanku. Aku lelah, Tuan. Aku lelah mengemis padamu, mengemis segala perhatianmu, mengemis segala waktumu, atau bahkan cintamu. Rinduku yang kusemat rapi, tak pernah kau sadari. Seperti setengah hati kau menjalani. Kau lengah, Tuan. Aku terlalu sering mengerti, hingga aku lelah sendiri. Harusnya memang tak ku paksakan, aku terlalu terburu-buru, aku...