Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2015

Melukai Perasaan Sendiri

                (source: tumblr)               Aku meneguk kopi yang ku buat beberapa menit lalu, kemudian aku menaruh harapan pada tiap teguknya. Harapan berupa doa untuk merelakan..              Ku hirup aromanya, menyesapnya dengan penuh rasa bersalah, aku telah melukai rasa manis dengan pahitnya kerinduan pada seseorang. Mencintainya, adalah tugasku, tapi aku gagal menjadi sosok penyabar untuknya, aku bukan seorang penunggu yang baik. Aku tahu, ia telah berusaha menjadi seseorang yang aku inginkan, aku tahu kesibukkannya tak terbantahkan, aku ingin sekali lagi mencoba menjadi lebih tabah, tapi waktu menyadarkan aku, bahwa batas kemampuanku tak sehebat itu.               Kini, aku memilih untuk membuang jauh harapanku dan memilih untuk melukai perasaanku sendiri dengan mundur perlahan dari hidupnya, bahkan kecupan lembut...

Kisah Lain di Pinggiran Jakarta

#30HariKotakuBercerita akhirnya tiba. kini, giliran saya untuk bercerita. “A great city is not confounded with a populous one.” – Aristotle                 Jakarta macet, Jakarta padat, Jakarta banjir, Jakarta banyak demo, Jakarta panas dan bla bla bla. Setiap warga Jakarta pasti sering mendengar olokan semacam itu dari rekannya yang tidak tinggal di Jakarta, tapi sadarkah, jika yang diolokan itu adalah sebuah Ibukota negara? Pusat distrik ekonomi terbesar di Indonesia? Banyak para kepala keluarga, atau perempuan-perempuan mandiri yang mengadu peruntungan di kota ini. Mereka tak peduli seberapa macet, padat, panas, bahkan parahnya banjir tahunan yang rutin melanda kota ini. Paragraf di atas adalah sedikit intermezzo tentang Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Saya sendiri tinggal di pinggiran utara kota, tepatnya di Kecamatan Pademangan. Saya yakin, pasti banyak dari kalian yang tidak tahu, baiklah. ...