(source: tumblr) Aku meneguk kopi yang ku buat beberapa menit lalu, kemudian aku menaruh harapan pada tiap teguknya. Harapan berupa doa untuk merelakan.. Ku hirup aromanya, menyesapnya dengan penuh rasa bersalah, aku telah melukai rasa manis dengan pahitnya kerinduan pada seseorang. Mencintainya, adalah tugasku, tapi aku gagal menjadi sosok penyabar untuknya, aku bukan seorang penunggu yang baik. Aku tahu, ia telah berusaha menjadi seseorang yang aku inginkan, aku tahu kesibukkannya tak terbantahkan, aku ingin sekali lagi mencoba menjadi lebih tabah, tapi waktu menyadarkan aku, bahwa batas kemampuanku tak sehebat itu. Kini, aku memilih untuk membuang jauh harapanku dan memilih untuk melukai perasaanku sendiri dengan mundur perlahan dari hidupnya, bahkan kecupan lembut...
Nothing can be communicated without words but if you really care about someone, even the smallest details are important to notice.