Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2015

Belajar Menerima Sebuah Kepergian

Sudah berapa kali kalian merasa kehilangan? Ya, tentu saja kehilangan seseorang yang sangat sangat sangat berarti dalam hidup kalian. Berkali-kali? Ya, aku pun. Aku yakin, di antara kalian, pasti sudah paham bagaimana perihnya ditinggalkan, atau bahkan sudah lumrah dengan getirnya kepergian. Aku adalah bagian dari kalian, yang pernah merasa kehilangan, bukan hanya sekali, dua kali, tapi berkali-kali. Bersyukurlah, hati dan perasaan kalian masih bisa merasa sakit, itu artinya perasaan kalian tak pernah mati. Bicara tentang kehilangan, memang tak akan ada habisnya. Kau harus siap, siap untuk merasa perih dan sesekali merelakan airmata jatuh untuk mengingatnya. Begitulah, aku pun tak menyanggupi jika harus terus-menerus bicara tentang kehilangan atau seseorang yang telah memilih pergi. Namun, dengan sebuah kehilangan, kau akan belajar, banyak hal-sangat banyak- seperti menerima kenyataan bahwa hadirmu tak cukup baik untuk kehidupan seseorang, atau mungkin jauh dari k...

Lamunan Kelu

Baru saja, aku tersadar dari lamunanku. Memang, telah lama sejak kepergianmu, aku sering menghabiskan waktu untuk melamun, dan bergulat dengan pikiranku sendiri. Berusaha berdamai dengan segala rindu yang sudah beranak pinak, dan menghindari setiap kenangan yang memukul aku hingga jatuh. Ini kesekian kalinya aku berusaha melepaskan, agar terwujud cinta yang sakral. Cinta yang sebagaimana mestinya, sudah kuberikan berupa sebuah kerelaan, atas keputusanmu. Aku benci menyadarkan diri dari lamunanku, bahwa kita memang sudah tak ada lagi. Paling tidak, biarkan aku terseret arus yang mengulum waktu, mengembalikanku pada masa bahagia. Meskipun, hanya sebatas pernah, aku tak mau menganggapmu sebagai hal yang fana. Aku bahkan rela, hidup selamanya di dalam lamunan. Karena, ku tahu kenyataan begitu menakutkan. Kamu selalu menjadi alasan mengapa hati ini tak kuberikan kepada siapa-siapa. Kau tahu? Suatu kebenaran yang baru saja kutemukan, bahwa bukan aku saja yang sedang meri...