Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2015

Kamu Lagi Apa?

Kali ini, aku ingin bertanya pada kalian. Tentang bagaimana memercayai seseorang yang sulit sekali memberi kabar? Bisakah?  Ya, aku memang sedang membicarakan seseorang, yang sebenarnya mirip sekali denganku. Aku pernah menjadi dirinya. Dan aku baru sadar, hal itu adalah sebuah kesalahan. Aku pernah membuat seseorang marah dan pusing, hanya karena sebuah kabar. Kalian boleh menghardikku dengan kata-kata ampuh berupa “Penyesalan memang selalu datang belakangan, Fau.” Ya, silakan. Aku memang sedang merasakannya.  Ku beritahu, kabar bukanlah sebuah ‘hanya’, atau sebuah ‘kadang’. Kabar adalah hal yang dibutuhkan untuk memupuk rasa kepercayaan. Ada seseorang yang mengajarkanku tentang ini secara tidak langsung.  Beberapa bulan lalu, aku adalah sosok yang tak peduli dengan sebuah kabar, menganggapnya hal yang tidak penting. Dan sekarang, aku menghadapi orang yang sama. Kalian tahu? Setengah mati aku berusaha untuk memercayainya. Tapi ...

Sedikit Tentang Rinduku.

Rasanya lelah, aku menghitung hari sejak kepergianmu. Entah sudah berapa puluh bait kata yang kutuliskan untuk memuisikanmu. Entah sudah berapa ratus lagu aku putar untuk mengenangmu. Semua itu berlalu begitu cepat, jarum jam memang tak pernah rela berhenti. Seperti baru kemarin, kita duduk saling bertatapan di tempat aku duduk sekarang. Rasanya baru kemarin, kita bertukar cerita kemudian tertawa bersama. Bolehkah aku mengatakan rindu, sekali lagi? Mengingat sudah tak ada yang bisa aku lakukan untuk mengenyahkan perasaan ini. Hm, kudengar, kabarmu baik-baik saja? Syukurlah, aku ikut senang, meski bukan aku di sisimu sekarang. Sampai detik ini, aku masih berusaha mengikhlaskan segala tentang kita yang kandas, dan sampai detik ini juga, aku masih berusaha menyapu bersih janji-janjimu. Kita memang berpisah, tapi bukan berarti perasaanku menyetujuinya. Masih ada hal-hal tentangmu yang terselip, dan sesekali kutuliskan sebagai puisi rindu, ya, memang selalu tentang rindu. Aku h...