Kali ini, aku ingin bertanya pada kalian. Tentang bagaimana memercayai seseorang yang sulit sekali memberi kabar? Bisakah? Ya, aku memang sedang membicarakan seseorang, yang sebenarnya mirip sekali denganku. Aku pernah menjadi dirinya. Dan aku baru sadar, hal itu adalah sebuah kesalahan. Aku pernah membuat seseorang marah dan pusing, hanya karena sebuah kabar. Kalian boleh menghardikku dengan kata-kata ampuh berupa “Penyesalan memang selalu datang belakangan, Fau.” Ya, silakan. Aku memang sedang merasakannya. Ku beritahu, kabar bukanlah sebuah ‘hanya’, atau sebuah ‘kadang’. Kabar adalah hal yang dibutuhkan untuk memupuk rasa kepercayaan. Ada seseorang yang mengajarkanku tentang ini secara tidak langsung. Beberapa bulan lalu, aku adalah sosok yang tak peduli dengan sebuah kabar, menganggapnya hal yang tidak penting. Dan sekarang, aku menghadapi orang yang sama. Kalian tahu? Setengah mati aku berusaha untuk memercayainya. Tapi ...
Nothing can be communicated without words but if you really care about someone, even the smallest details are important to notice.