Sedih, itu satu kata yang bisa gue ucapkan pagi ini, seperjalanan tadi menuju kantor, gue liat di depan komplek perumahan gue jalannya ditutup karena ada penebangan pohon. Gue tau betul pohon itu udah lama banget, pohonnya rimbun, batangnya kokoh. Karena penasaran, gue tanya sama salah satu warga yang ikut bantu penebangan itu. "Pak, mohon maaf saya mau tanya, ini kenapa pohonnya ditebang?" "Kata warga sini, kalo malem suka ada kuntilanaknya neng, banyak warga yang diketawain." "Oh gitu, makasih ya pak." Awalnya, gue ngerasa biasa aja dengan kasus seperti itu, ini bukan sekali duakali, pohon ditebang dengan alasan ada "penunggunya". Tapi sepanjang perjalanan, gue kepikiran terus. Kenapa? Pertama, apa mereka engga ada alasan yang lebih konkret untuk menebang pohon? Kedua, kenapa harus ditebang? Sedangkan banyak orang pinter yang bisa berinteraksi dengan hal-hal astral seperti itu. Kenapa engga minta tolong untuk usir, atau sekadar buat ...
Nothing can be communicated without words but if you really care about someone, even the smallest details are important to notice.