Beberapa langkah lagi, tubuhku tertinggal. Olehmu yang mulai berjalan maju ke depan. Aku di belakangmu, hanya menyaksikan punggung tegap bekas dekap. Tentang hubungan kita, yang belakangan hari menghujani pikiran. Entah bagaimana caraku menjelaskan, bahwa aku jenuh. Perihal kamu yang berjalan lebih dulu, atau aku yang diam membeku. Atau sebaliknya? kita tak pernah berusaha untuk berada pada langkah yang sama. Dan aku, sedang sibuk menghitung bintang. Berharap menemukan jawaban atas segala ingkar yang kulakukan. Jika pergi akan menjadi luka bagimu, maka tinggal adalah luka bagiku. Kita tak pernah searah, bahkan untuk menentukan ke mana kita harus pulang. Kerap kali...ketakutanmu yang berlebihan, menjelma bak pecutan-pecutan ketidakbebasan. Bagaimana cara meyakinkan hati yang sudah tak ingin lagi yakin? Bagaimana cara untuk tetap tinggal saat hati ingikan pergi? Kepada semua yang telah berhasil kita ciptakan, aku memohon ampunan atas segala ingkar...
Nothing can be communicated without words but if you really care about someone, even the smallest details are important to notice.