Ada rasa yang sebaiknya aku biarkan hilang begitu saja, Sesekali, aku menyayangkan hal itu dan sesekali ingin meraihnya kembali, Tapi, selalu ada sesuatu hal yang menggertak aku, mengingatkan aku, bahwa hati yang ku punya jenisnya rapuh. Mungkin jika, otakku bodoh, dan hatiku bengal, bisa saja pengharapan itu masuk lagi. Kau tau? Pengharapan itu selalu nekat, pengharapan itu selalu punya cara untuk masuk ke dalam ruang-ruang hati yang nyaris rapi. Dan, aku tak mau itu terjadi. Cukuplah, aku mengutuki diri, menyesalkan hari, dan menyalahkan takdir yang telah hadir. Aku mencintaimu, hanya sebatas masalalu. Pergilah kamu, agar bukan aku yang repot-repot harus menjauh, bawa segala sesalmu, dan sematkan pada tiap-tiap nama yang kau sebut dalam doamu, tapi jangan aku. Aku ingin menyudahi sesal ini, sesal atas segala perjuangan dan kemurahan hati yang mengampuni kesalahanmu berkali-kali.
Nothing can be communicated without words but if you really care about someone, even the smallest details are important to notice.