Tulisan ini diikutsertakan untuk lomba #suratuntukruth novel Bernard Batubara Surat Untuk Mantan. Hay, kamu! Orang yang selalu aku bangga-banggakan. Orang yang aku harap bisa lebih dari sekedar menyayangi ku, orang yang aku pikir mau berjuang dan bertahan dengan seorang penipu seperti ku. Ketahuilah, sayang. Dunia ini akan selalu berputar, dunia ini tidak lebih dari sebuah panggung sandiwara. Ada sang sutradara, ada pemeran utama, ada pemeran pembantu, cameo dan figuran. Aku kira kamu adalah sang pemeran utama, yang akan bertahan terus-menerus disetiap episod drama, di setiap segmen yang sang sutradara telah rangkum. Tapi ternyata semua salah, kamu tidak paham betul tentang peran apa yang sesungguhnya kamu mainkan. Kamu lebih memilih berhenti berperan, kamu lebih memilih menyerah dengan semua yang telah sang sutradara berikan. Ingatkah kamu, sayang? Pada episod pertama, bagaimana sang sutradara memberikan skenar...
Nothing can be communicated without words but if you really care about someone, even the smallest details are important to notice.